“Sang Penopang Sebelum Belajar: Siswa SLB Sragen Dorong Gerobak Es Teh untuk Ibu Sebelum Sekolah”

Di tengah rutinitas pagi yang padat, seorang siswa dari SLB Sragen mencuri perhatian netizen karena kisahnya yang penuh makna. Anak itu, yang bernama Habib Al Mansur (13), atau akrab disapa Arif, sehari-hari duduk di kelas V SLB dan sebelum masuk sekolah, ia selalu membantu ibunya mendorong gerobak es teh jumbo.

Arif memulai harinya dengan mengayuh sepeda angin ke kontrakan bibinya, lalu mendorong gerobak es teh milik ibunya dari lokasi kontrakan menuju pinggir Jalan Setia Budi, Kelurahan Sragen Wetan — tempat jualan mereka setiap pagi. Jarak yang ia tempuh tak sebentar, sekitar 100 meter.

Ibunya, Suprihatin (46), menceritakan bahwa sejak meninggalnya sang ayah lima tahun yang lalu, Arif yang mendampingi dirinya bangkit menjaga usaha kecil itu. Meskipun Arif memiliki keterbatasan dalam daya tangkap, semangatnya dalam membantu ibunya tak pernah padam.

Video singkat yang memperlihatkan Arif mendorong gerobak sebelum sekolah pun viral, menyentuh hati banyak orang karena menunjukkan betapa besar tanggung-jawab seorang anak dalam usia belia.

Kisah Arif mengingatkan kita bahwa tanggung jawab, kasih sayang dan semangat bukan hanya perkara usia atau kondisi secara fisik — tetapi hadir dalam tindakan sehari-hari yang sederhana. Ia bukan sekadar siswa yang belajar di kelas; dia adalah penopang kecil yang membawa beban keluarga sambil terus mengejar impiannya.

Semoga usaha dan ketulusan Arif serta ibunya mendapat apresiasi yang layak, dan kisah ini jadi inspirasi bagi kita semua — bahwa di balik gerobak es teh pagi hari itu, ada semangat, harapan, dan kerja keras yang tulus.