
Kabupaten Sragen kini memulai langkah besar untuk menyulap kondisi rumah-rumah yang selama ini tak layak huni menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman. Langkah itu diresmikan melalui penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Sragen dengan Habitat for Humanity Indonesia di Kantor Terpadu Pemkab-Sragen, Jumat (22/8/2025).
Pada acara tersebut, Bupati Sragen yang dipimpin oleh Sigit Pamungkas menegaskan bahwa “pengentasan kemiskinan tidak bisa dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar, terutama rumah yang sehat dan layak huni.” Targetnya pun ambisius: dalam jangka 3-4 tahun, ribuan rumah tak layak huni di Sragen harus sudah berubah menjadi layak huni.
Kerja sama ini tidak hanya memfokuskan pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga mencakup penyediaan sanitasi yang layak, program pemberdayaan masyarakat, serta pelatihan life-skill bagi warga. Awalnya program ini akan diterapkan di 21 desa prioritas, kemudian diperluas hingga 61 desa dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan kolaborasi ini, Sragen membuka harapan baru bagi keluarga-keluarga yang selama ini tinggal di rumah rapuh, bocor saat hujan, panas saat siang — kini mereka punya kesempatan untuk menempati rumah yang layak dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa rumah bukan sekadar atap di atas kepala — tapi fondasi bagi kesejahteraan, keamanan dan masa depan yang lebih baik.