“Sragen Digoyang Panas Ekstrem: Suhu Bisa Capai 38 °C Hingga November 2025!”

Kabupaten Sragen memasuki babak baru tantangan iklim: sejak awal Oktober hingga awal November 2025, wilayah ini diperkirakan akan menghadapi gelombang panas ekstrem.
Menurut data dari BMKG, suhu siang hari di Sragen bisa menyentuh angka 38 derajat Celsius, disebabkan oleh gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator, ditambah pengaruh angin kering dari Monsun Australia serta minimnya tutupan awan.
Dinas Kesehatan Sragen pun memberi peringatan serius: kondisi ini dapat memicu dehidrasi, kelelahan panas, hingga heat‐stroke, khususnya pada anak-anak, lanjut usia, dan pekerja lapangan.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar:

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung di siang hari;
  • Memakai pelindung seperti topi, kacamata, dan tabir surya saat beraktivitas luar ruangan;
  • Mengenakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat;
  • Memperbanyak minum air putih dan selalu mewaspadai tanda‐tanda dehidrasi.
    Saat alam menampakkan tandanya, Sragen diingatkan: jangan hanya waspada, tapi siap. Karena panas yang datang bukan hanya soal udara hangat—tetapi bisa menjadi ancaman nyata bagi kesehatan dan aktivitas sehari-hari.