
SRAGEN Asri News, Kamis 30 Oktober – Kabar duka menyelimuti Jenar, Sragen. Setelah dua hari penuh harapan dan ketegangan, perjuangan tim SAR gabungan berakhir pada penemuan yang memilukan. Jani (22), pemuda warga Sumberejo, Desa Dawung, ditemukan tak bernyawa setelah nekat mengakhiri hidupnya di pelukan Sungai Bengawan Solo, dipicu oleh patah hati.
Tragedi ini berawal pada Senin (27/10/2025) pukul 05.30 WIB, ketika Jani melompat dari ketinggian Jembatan Drojo, Butuh. Jeritan hati yang tak tertahankan akibat putus cinta itu ia bawa ke sungai terpanjang di Jawa, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.
Selama 48 jam, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan, melancarkan operasi pencarian yang heroik. Mereka harus berpacu melawan arus deras dan tantangan kedalaman Bengawan Solo yang bervariasi antara 2 hingga 10 meter, serta pusaran air yang berbahaya. Hujan lebat bahkan sempat menaikkan debit air, mempersulit langkah para penyelamat.
Pada akhirnya, arus sungai yang tak kenal ampun mengakhiri pencarian. Pada Selasa (28/10/2025) pukul 10.25 WIB, jenazah korban ditemukan di jalur air, telah hanyut melewati Jembatan Mantingan. Korban dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk proses visum.
Penemuan ini menjadi pengingat yang pahit: bahwa terkadang, rasa sakit akibat kehilangan cinta dapat terasa lebih berat daripada arus sungai manapun. Selamat jalan, Jani.