
SRAGEN – Sebuah malam biasa di perlintasan kereta api kabupaten Sragen tiba-tiba berubah jadi mencekam. Tepat pukul 00.49 WIB, 10 Januari 2025, di perlintasan sebidang JPL 82 KM 240+7 antara Stasiun Sragen dan Masaran, kereta api Sancaka jurusan Surabaya–Yogyakarta mendadak menabrak truk ekspedisi yang terhenti di rel.
Truk yang bermasalah itu semula mogok di tengah lintasan, menyebabkan jalur kereta tak bisa dihindari. Tabrakan pun terjadi — menyebabkan truk terseret hingga 200 meter dan sopirnya kritis dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Sementara itu, pihak operator kereta, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta, menyatakan penumpang dan awak KA Sancaka dalam kondisi aman. Namun jalur kereta sempat ditutup hingga pagi untuk proses evakuasi truk dan pembersihan rel.
Kejadian ini kembali menegaskan: perlintasan sebidang bukan sekadar jalan biasa. Satu detik kelalaian saja — seperti kendaraan memasuki rel tanpa izin atau mogok — bisa berakibat fatal, mengganggu perjalanan kereta dan menyita waktu sangat lama untuk pemulihan.