“Drama Malam di Sragen: Puting Beliung Terjang 3 Kecamatan – Tim Gabungan Evakuasi Hingga Tengah Malam”

Kabupaten Sragen diliputi kepanikan saat badai puting beliung tiba-tiba merobohkan rumah, tumbangkan pohon dan menggoyahkan fondasi kehidupan masyarakat di tiga kecamatan. Di Desa Karangwaru (Kecamatan Plupuh), Dukuh Kolutan tersapu angin kencang; di Desa Karungan, Dukuh Sawahan, genting beterbangan dan warung roboh.
Tim gabungan terdiri dari aparat polisi, TNI, SAR dan relawan bergerak cepat — menembus malam, lampu sorot dan genset pun dikerahkan — demi mengevakuasi warga terdampak yang terjebak di rumah-hancur.
Pohon tumbang melintang jalur antar kampung, genting rumah berserakan di tanah, dan warga yang semula tertidur mendadak terbangun dengan suara dentuman atap dan gemerisik reruntuhan. Di tengah gelap, keberanian muncul dari warga yang saling merangkul, saling membantu menyingkirkan sisa puing.
Petugas mengimbau agar warga tetap berhati-hati: jangan anggap bencana kecil, tutup ventilasi rumah dan bersihkan bahan terbakar di sekeliling rumah. Karena dalam hitungan detik, angin yang “tak terlihat” itu bisa meluluhlantakkan raga dan rumah.
Malam itu menjadi pengingat keras bahwa alam bisa menyerang kapan saja — tapi kekuatan bersama: aparat, relawan, dan masyarakat, mampu meredam kehancuran dan menyalakan harapan di tengah kecamuknya puting beliung.