“Jagung Emas Sragen: Petani Binaan Baznas Panen Raya Perdana di Lahan 59 Hektar”

SRAGEN — Langkah kecil yang penuh harapan akhirnya membuahkan hasil di Desa Bangor, Kecamatan Miri. Kelompok petani mustahik yang dibina oleh BAZNAS lewat Program Lumbung Pangan berhasil menggelar panen raya jagung perdana di lahan seluas 59 hektar. Hasilnya? Tak kurang dari tujuh ton jagung menguning di tangan 15 petani binaan.

Momen simbolis panen ini turut dihadiri oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad. “Alhamdulillah, para petani mustahik menunjukkan bahwa kepercayaan yang diberikan muzaki lewat zakat dan infak bisa dijawab dalam wujud kemandirian ekonomi,” ujar Noor Achmad.

Dalam pembinaan intensif BAZNAS, kualitas panen terpantau meningkat: dari sebelumnya rata-rata 3,5 ton per hektar, kini beberapa lahan telah mencapai 5-7 ton per hektar. “Jagung yang dihasilkan besar, sehat, non hampa — ini bukti nyata pembinaan yang tepat,” terang Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan, Saidah Sakwan.

Bupati Yuni menyambut langkah ini sebagai bagian dari upaya Pemkab Sragen menekan angka kemiskinan dan memanfaatkan lahan yang kurang produktif di wilayah utara Bengawan Solo. Ia mengajak masyarakat untuk lebih aktif berzakat melalui BAZNAS agar dampak program produktif bisa meluas ke seluruh petani di Sragen.

Panen raya ini bukan sekadar momen panen, tapi simbol harapan baru — bahwa dengan sinergi pemerintah, lembaga zakat dan petani, lahan sederhana bisa berubah menjadi ladang kemakmuran. Semoga gelombang keberhasilan ini menjadi awal bagi petani Sragen untuk terus berinovasi dan mandiri.