SRAGEN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen terus memperkuat peran humanisnya melalui program unggulan “Polantas Menyapa”. Di Satpas (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM), para petugas Duta Pelayanan SIM dioptimalkan perannya sebagai edukator dan sosialisator bagi setiap pemohon, memastikan mereka tidak hanya lulus ujian, tetapi juga siap dan bertanggung jawab di jalan raya.
Aksi sosialisasi ini dilakukan secara proaktif di berbagai titik Satpas, baik di ruang tunggu, loket pendaftaran, maupun area praktik. Duta Pelayanan mendekati pemohon satu per satu atau dalam kelompok kecil, memanfaatkan momen antrean untuk menyampaikan informasi penting. Materi sosialisasi meliputi alur pengurusan SIM yang transparan, besaran biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) resmi untuk mencegah praktik percaloan, hingga edukasi mendalam mengenai aturan dan etika berlalu lintas.
“Tugas utama kami bukan hanya menerbitkan SIM, tetapi memastikan setiap pemohon memahami betul konsekuensi dan tanggung jawab sebagai pengendara,” ujar salah satu Duta Pelayanan. “Kami ingin memastikan proses ujian SIM berjalan jujur, transparan, dan pada akhirnya menghasilkan pengemudi yang kompeten serta berkesadaran tinggi.”
Inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen Satlantas Polres Sragen terhadap layanan yang Berbasis Edukasi dan Transparansi. Dengan memberikan sosialisasi yang jelas dan detail, Duta Pelayanan berhasil menepis keraguan dan kebingungan pemohon, sekaligus menutup celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sosialisasi ini ditekankan sebagai bagian integral dari pelayanan prima Polri Presisi.
Melalui interaksi yang personal dan penuh senyum, program “Polantas Menyapa” telah berhasil membangun lingkungan Satpas yang edukatif dan suportif. Polisi hadir sebagai mitra belajar yang membekali pemohon dengan pengetahuan keselamatan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif untuk tertib berlalu lintas demi menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang berkelanjutan di Sragen.