POLANTAS MENYAPA SRAGEN: DUTA PELAYANAN SIM AKTIF SOSIALISASI STANDAR SIM DAN TEKANKAN BUDAYA TERTIB BERLALU LINTAS

SRAGEN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menguatkan budaya keselamatan berlalu lintas. Melalui program “Polantas Menyapa”, petugas yang bertugas sebagai Duta Pelayanan SIM kini aktif melaksanakan sosialisasi intensif mengenai standar pelayanan SIM dan pentingnya tertib berlalu lintas.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam pengurusan SIM, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan tanggung jawab di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Sragen, IPTU KUKUH TIRTO SATRIA LEKSONO, S.H, M.H., menjelaskan bahwa petugas pelayanan SIM tidak hanya melayani pendaftaran, tetapi juga berfungsi sebagai edukator. “Setiap personel di Satpas SIM wajib menyampaikan informasi secara detail tentang standar pelayanan, mulai dari prosedur, biaya resmi PNBP, hingga tahapan uji teori dan praktik yang transparan,” jelas IPTU KUKUH.

Beberapa praktik nyata yang dilakukan Duta Pelayanan SIM dalam program “Polantas Menyapa” meliputi:

  1. Edukasi Prosedur SIM: Menjelaskan secara rinci tahapan pembuatan SIM, termasuk penggunaan aplikasi digital Korlantas Polri (SIGNAL) dan biaya resmi PNBP untuk mencegah pungli.
  2. Pesan Tertib Berlalu Lintas: Memberikan edukasi singkat kepada pemohon SIM, khususnya pemohon baru, mengenai pentingnya kepatuhan pada rambu-rambu, penggunaan helm standar, dan larangan penggunaan ponsel saat mengemudi.
  3. Bantuan Uji Praktik: Petugas memberikan coaching ringan atau tips-tips aman dalam menghadapi ujian praktik, tanpa mengurangi standar kelulusan, untuk mempersiapkan pemohon menjadi pengendara yang handal dan bertanggung jawab.
  4. Sistem Umpan Balik: Memanfaatkan mekanisme survei kepuasan di area pelayanan untuk mengukur efektivitas sosialisasi dan memperbaiki kualitas informasi yang disampaikan.

Upaya sosialisasi ini bertujuan ganda: memperlancar proses administrasi SIM yang bersih dan bebas pungli, serta menanamkan kesadaran akan keselamatan sejak dini. Tingkat pemahaman pemohon SIM terhadap aturan dan prosedur meningkat, sejalan dengan harapan terciptanya pengemudi yang lebih disiplin.

“SIM bukan sekadar kartu izin mengemudi, tetapi simbol kepatuhan dan tanggung jawab di jalan. Satlantas Polres Sragen berkomitmen menciptakan pelayanan SIM yang prima sekaligus melahirkan pengemudi yang sadar akan pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” tutup IPTU KUKUH