“Sragen Siaga: Vaksinasi Massal Digerakkan demi Padamkan Serangan ‘Lumpy Skin’ pada Sapi”

SRAGEN — Ancaman penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak sapi dan kerbau kini tengah mendapat perhatian serius di Kabupaten Sragen. Pemerintah Kabupaten Sragen menggencarkan vaksinasi massal dan sosialisasi ke peternak sebagai benteng awal menghadapi wabah yang menggerogoti kesejahteraan peternakan lokal.

Dalam acara sosialisasi yang digelar di Kecamatan Gemolong, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengingatkan seluruh pemilik ternak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memanfaatkan program vaksinasi yang disediakan secara gratis. Saat ini tercatat 781 ekor sapi telah terkonfirmasi LSD, dengan 761 di antaranya masih aktif menderita, dan sebanyak 8 ekor dilaporkan mati atau dipotong.

Targetnya cukup ambisius: dari total populasi ternak sapi di Sragen sebanyak 77.480 ekor, pemerintah daerah menargetkan 50% tervaksinasi. Hingga kini, tercatat 4.102 ekor sudah menerima vaksin — langkah awal yang penting dalam perjuangan menekan sebaran penyakit ini.

Tak hanya itu, Pemkab Sragen menyediakan paket pengobatan bersubsidi untuk sapi atau kerbau yang sudah terinfeksi. Sebab, satu ekor ternak membutuhkan hingga 4 – 5 kali pengobatan dengan biaya antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per paket.

Bupati juga membuka layanan pengaduan 24 jam — peternak bisa melapor via WhatsApp bila menemukan ternak terserang LSD atau mengalami gejala seperti demam dan muncul benjolan di kulit. Tindakan cepat ini penting agar sektor peternakan lokal tak terpuruk lebih jauh.

Kampanye vaksinasi ini bukan sekadar program kesehatan hewan — tapi juga langkah strategis menjalankan amanat untuk melindungi ekonomi peternak dan menegakkan ketahanan pangan di Sragen. Semoga dengan sinergi pemerintah, peternak, dan masyarakat, ancaman LSD dapat dikendalikan sebelum meluas.