
Pagi itu, suara gemuruh tiba-tiba mengoyak suasana di lingkungan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Seketika atap ruang belajar ambruk sekitar pukul 08.15 WIB.
Warga sekitar, termasuk Painem, yang berada di dalam rumah pada saat itu, terkejut mendengar suara keras bagai kecelakaan. “Saya di dalam rumah sini, disana terdengar suara brak, keras sekali. Saya kira ada kecelakaan, tapi ternyata sekolahnya sudah seperti itu,” katanya.
Ketika tiba di lokasi, kondisi begitu mengguncang: banyak anak-anak masih berlompat-lompat di bawah meja, ada yang menangis. “Kaki saya sampai gemetar, banyak anak-anak yang menangis,” ungkap Painem.
Ia juga menyampaikan bahwa cucunya menjadi salah satu korban yang mengalami luka ringan dan sempat dirawat di Puskesmas Mondokan, kemudian diperbolehkan kembali ke rumah.
Guru yang berada di ruangan di sisi ruang yang ambrol mengakui bahwa ia tak menyangka bangunan bisa roboh dengan tiba-tiba. Tidak ada tanda-tanda kerusakan sebelumnya. “Tahu-tahu ada suara gemuruh, saya kira ada kecelakaan. Saya keluar kok sepi, saya ke sini sudah seperti ini kejadiannya,” jelasnya.