
Senja berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga di wilayah Plupuh, Kabupaten Sragen, ketika sebuah peristiwa tabrak lari merenggut nyawa empat orang dalam satu keluarga.
Kecelakaan nahas itu terjadi saat sepeda motor yang dinaiki sang ayah (32 tahun), ibu (28 tahun) serta dua anaknya (7 dan 5 tahun) melaju dari arah yang berlawanan dengan arah mobil tak dikenal. Sesaat setelah melintasi ruas jalan persawahan di Dusun Gedongan, kendaraan roda dua tersebut tergelincir di atas lumpur yang menipis di badan jalan.
Saat terjatuh, dari arah berlawanan melaju sebuah mobil atau kendaraan lain yang diduga kurang mengendalikan laju — dan tepat saat sepeda motor itu terjatuh, terjadi benturan keras. Yang paling memilukan: kendaraan pelaku tidak berhenti. Ia melarikan diri, meninggalkan keluarga itu dalam luka dan kepergian.
Korban langsung dinyatakan meninggal dunia di lokasi karena luka parah di kepala, pendarahan dari hidung dan mulut, serta cedera berat lainnya. Hingga saat ini aparat kepolisian menetapkan insiden sebagai tabrak lari dan melakukan penyelidikan demi keadilan keluarga korban.
Yang tersisa kini adalah rumah sunyi, dua anak yang tak lagi akan tertawa bersama orang tua, dan pertanyaan besar: mengapa kejamnya jalanan bisa mengambil sekaligus nyawa kelompok kecil yang seharusnya aman dalam perjalanan pulang atau pergi. Kejadian tragis ini menjadi panggilan keras agar kita semua: pengendara, pengguna jalan lain, dan pihak berwenang — semakin waspada, tertib dan bertanggung-jawab.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan semoga kejadian ini tidak lagi terulang.